Kamis, 25 Desember 2014



Tuntunan VS Tontonan

Di era zaman abad 20 an ini segala hal seolah menjadi abu-abu. Antara kebenaran dan kesalahan seolah samar. Yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan. Sama halnya dengan suatu keadaan dimana tuntunan yang seharusnya ditiru, dilaksanakan, diperhatikan malah hanya dijadikan tontonan semata. Sedangkan suatu tontonan justru yang dijadikan tuntunan. Astagfirullah hal adzim..
Jikalau kita melihat tayangan di dunia perfilman banyak tontonan yang mengumbar aurat dan kemaksiatan. Menghalalkan dosa bahkan bangga dengan apa yang mereka lakukan. Tontonan itu telah menjadi tuntunan di kehidupan. Mendarah daging dalam jiwa manusia yang terlalaikan
Jikalau kita lihat masjid dan sudut jalan. Banyak dari muslimah yang berjilbab dan menutup badan. Anehnya, hal itu hanya menjadi tontonan bagi mereka yang mengumbar aurat dan memperlihatkan lekuk badannya.  Di era zaman sekarang ini juga lagi marak hijabers(sebutan bagi wanita yang berjilbab) namun sayang nya banyak dari mereka yang berhijab mengikuti tren saja. Cara berhijab mereka mengikuti zaman modernisasi. Berhijab namun lekuk tubuhnya terlihat. Cara berhijab secara syariat islam pun tak mereka lakukan.

Hati mereka tak tersentuh dengan apa yang menjadi tuntunan. Hal ini terjadi Karena manusia adalah makhluk yang tercipta antara dua watak yang dominan. Antara Malaikat yang selalu taat dengan apa yang Allah perintahkan.Dan antara Syetan yang selalu membangkang dengan apa yang Allah perintahkan.

Sebagai sesama muslim kita hanya bisa mengingatkan dan menyampaikan Apa yang telah menjadi tuntunan agama di dalam kehidupan. Karena hidayah dan petunjuk adalah pancaran cahaya yang diberikan oleh Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang Ia kehendaki dan menjadi pilihan. namun hidayah itu tidak mungkin datang begitu saja di hati insan Jika ia memang dari awal telah memilih jalan hidup kesesatan dan meninggalkan petunjuk dan hidayah dari Sang Pencipta Insan

Oleh karena itu, pilihlah petunjuk dan hidayah yang telah Ia perintahkan. Jika engkau telah memilih jalan itu, maka Allah pasti akan memancarkan Hidayah dan petunjuk-Nya, karena hal itu menjadi hak kamu yang telah memutuskan.
Allah Berfirman :
“Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah kami beri hidayah
tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada hidayah,
maka mereka disambar petir azab yang menghinakan
disebabkan apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. Fusshilat : 17 )

Jikalau mereka kaum Tsamud tidak memilih dan tidak menyukai kesesatan maka Allah pasti akan memberikan Petunjuk dan hidaya-Nya yang telah Ia janjikan. Namun sayang, akhirnya mereka di binasakan disebabkan atas inisiatif dan pilihan  mereka yang berupa kesesatan
Naudzubillahimin dzalik.
Semoga kita menjadi orang yang mempunyai keimanan yang kuat sebagai pembenteng dari kesesatan dan godaan duniawi. Amin amin.. ya rabbal alamamin

0 komentar:

Posting Komentar