Selasa, 23 Oktober 2012

Kondisi Arab Pra Islam



Sebelum agama Islam masuk ke dalam jazirah Arab, bangsa arab terkenal dengan sebutan zaman jahiliyah yaitu zaman kebodohan dimana  masyarakat Arab saat itu Menyembah berhala-berhala, diantara banyak berhala yang disembah yang paling dipuja yaitu berhala Latta, Uzza, dan Manat .selain itu masyarakat arab juga menganut agama-agama radisional Arab. Agama-agama itu antara lain kepercayaan atas kekuasaan banyak Tuhan dan alam magis (Politheisme-Animisme), agama Shabi’un dan Majus, dan agama-agama yang diklaim sebagai ajaran asli Ibrahim (Yahudi dan Nasrani).
Madinah, Tayma, Khaibar, Fadak, dan Wadi al-Qura diidentifikasi sebagai wilayah pemukiman orang Yahudi saat itu.

Pada zaman jahiliah sering terjadi peperangan antarsuku. Bahkan, peperangan ini terkadang berlangsung hingga beberapa generasi setelahnya.Untuk memuliakan dan menghormati Ka’bah, muncul larangan berperang ataupun melancarkan serangan pada beberapa bulan dalam setahun, yaitu bulan Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab. Namun, bangsa Arab saat itu memperbolehkan peperangan dilaksanakan pada bulan Muharram. Lalu sebagai gantinya, mereka menghentikan perang pada bulan Safar. Tindakan ini dinamakan An Nasi (pengunduran).


Kota Mekah merupakan tempat yang dipandang suci oleh seluruh bangsa Arab. Kota Mekah sejak awal didirikan telah mengenal sistem pemerintahan. Beberapa suku pernah memegang kekuasaan atas kota Mekah, yaitu suku Amaliqah (sebelum Nabi Ismail dilahirkan), suku Jurhum, dan suku Khuza’ah (440 M). Suku Khuza’ah yang mengambil kekuasaan Mekah dari suku Jurhum mendirikan Darun Nadwah, yaitu tempat untuk bermusyawarah bagi penduduk Mekah di bawah pengawasan Qushai.

Beberapa tahun sebelum Nabi Muhammas dilahiirkan, negeri Habsyl berhasil menaklukkan negeri Yaman. Gubernur yang pernah memerintah di Yaman atas nama raja Habsyl bernama Abrahah. Abrahah memerhatikan cara bangsa Arab yang sangat memuliakan negeri Mekah dan banyaknya pengiunjung dari segala penjuru Arab yang datang ke sana untuk mengerjakan ibadah haji. Abrahah berpikir untuk mendirikan bangunan yang lebih besar dari Ka’bah dan menyerukan agar bangsa Arab mengunjunginya. Lalu, dia mendirikan sebuah gereja besar di sana dan menganjurkan bangsa Arab untuk mengerjakan ibadah haji di sana. Namun, bangsa Arab marah dan menolaknya.Pada akhirnya, perabotan di dalam gereja itu dihancurkan oleh seseorang dari Bani Malik Ibnu Kinanah.Abrahah yang mengetahui peristiwa itu bersumpah untuk menghancurkan Ka’bah. Dia membawa sepasukan besar tentara bergajah Habsyl. Namun, Allah memberikan azab kepada pasukan bergajah yang dipimpin oleh Abrahah dengan mengutus burung-burung yang melempari pasukan bergajah dengan batu-batu, seperti yang diterangkan dalam QS.Al Fil. Peristiwa ini terjadi pada tahun gajah, tahun di mana Rasulullah lahir.

Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun gajah. Beliau memulai untuk menyebarkan agama Islam pada abad ketujuh masehi. Pada awalnya, kegiatan dakwah beliau dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan ditujukan kepada orang-orang terdekatnya, seperti istri, sahabat, dan kerabatnya. Mereka yang telah masuk Islam membantu Rasulullah dalam menyebarkan ajaran agam Islam. Pada saat itu, Rasulullah mulai berencana untuk menyebarkan Islam secara terang-terangan. Beliau mengirim utusan, Mus’ab bin Umair ke Yatsrib. Mayoritas penduduk Yatsrib saat itu telah memeluk agama Islam. Mereka mengundang Rasulullah untuk berdakwah langsung di Yatsrib dan mempersatukan suku-suku yang sering terlibat pertikaian di sana. Ketika Rasuulullah hijrah ke Yatsrib, masyarakan Yatsrib menyambutnya dengan sukacita. Setelah itu, Yatsrib diganti namanya menjadi Madinah.

Pada perkembangan selanjutnya, Madinah tumbuh menjadi suatu kekuasaan politis Islam. Rasulullah bukan hanya berperan sebagai pemimpin agama, melainkan juga sebagai kepala negara. Dalam rangka memperkukuh Madinah sebagai suatu pemerintahan politis, Rasulullah membuat beberapa kebijakan. Yang pertama, beliau mendirikan mesjid. Mesjid ini dipergunakan sebagai tempat ibadah, pusat kegiatan dakwah, pemerintahan, dan tempat musyawarah. Yang kedua, beliau mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaumm Anshar. Yang ketiga, membuat Piagam Madinah. Piagam Madinah berperan mempersatukan berbagai suku, etnis, dan agama yang ada di Madinah demi menjaga keharmonisan, kerukunan, serta menjaga keamanan bersama dari serangan musuh. Piagam Madinah juga menandai berdirinya negara Madinah.

Selanjutnya, Madinah menjadi pusat komando penyebaran Islam. Kerukunan dengan penganut Yahudi dan Nasrani pun terjalin. Andai saja terjadi peperangan antara kaum muslimin dengan Yahudi dan Nasrani, itu disebabkan karena mereka melanggar Piagam Madinah secara sepihak. Setelah mayoritas penduduk arab memeluk agama Islam, kota Mekah pun dapat ditaklukkan tanpa harus ada pertumpahan darah. Peristiwa bersejarah ini dinamakan Fathul Mekah. Selain mendakwahkan Islam di arab, Rasulullah juga menyebarkan Islam ke luar Arab, seperti Persia dan Romawi. Tidak sedikit dari para pemimpin negara yang diserukan oleh Rasulullah akhirnya memeluk Islam. Bagi mereka yang memeluk Islam, diwajibkan kepada mereka untuk membayar zakat, sedangkan kepada para nonmuslim, mereka diwajibkan untuk membayar jizyah atau pajak. Mereka pun dibebaskan untuk melaksanakan ajaran agamanya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyebaran Islam dilakukan dengan damai dan penuh dengan toleransi.
Nabi Muhammad adalah nabi yang merubah kondisi arab dari zaman jahiliah menuju zaman yang terang benderang.

1 komentar:

  1. kurang jelas
    komentar sya gk klasifikasi , kondisi arab di bidang sosial, budaya, dan agama.

    BalasHapus