Rabu, 26 September 2012

(MAKALAH) PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP IAD, ISD, DAN IBD


PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP
IAD, ISD, DAN IBD
Dosen pembimbing: 
M. Bahri Mustofa, M.Pd.I




Disusun oleh:

Kelompok 1 (PGMI 1C )

1.     Herlin Ismawati                       (D77202181)
2.     Lailatul Khasanah                    (D77202183)
3.     Nur Izzati Chumairoh              (D77202185)


Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Fakultas Tarbiyah
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
2012





 i





KATA PENGANTAR



          Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya.

      Makalah  ini berisikan tentang informasi Pendekatan-pendekatan dalam IAD, ISD, dan IBD. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua.

           Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.


        Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.







Surabaya, September 2012

ii




DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL..................................................................................................i
KATA PENGANTAR................................................................................................ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................iii
BAB I  PENDAHULUAN
A.                Latar belakang....................................................................................1
B.                Rumusan masalah................................................................................2
C.                Tujuan penulisan..................................................................................2

BAB II  PEMBAHASAN
1.         Pengertian IAD, ISD, dan IBD............................................................3
1.1.   Pengertian IAD..............................................................3
            1.2.   Pengertian ISD...............................................................6
1.3.   Pengertian IBD...............................................................8
2.         Ruang Lingkup IAD, ISD, dan IBD.....................................................10
                                    2.1.   Ruang Lingkup dari IAD.................................................10
                                    2.2.   Ruang Lingkup ISD........................................................12
                                    2.3.   Ruang Lingkup IBD........................................................13
BAB III PENUTUP
Kesimpulan.........................................................................................14
                        Saran..................................................................................................14
                                      Daftar Pustaka
           

iii

BAB I

PENDAHULUAN



A.  Latar belakang

Saat ini, banyak sekali orang yang kurang mengerti dengan Ilmu Alamiah ‎Dasar (IAD), Ilmu Budaya Dasar (ISD), dan Ilmu Sosial Dasar (ISD), Padahal Ilmu ‎Alamiah Dasar (IAD), Ilmu Budaya Dasars (IBD), dan Ilmu Sosial Dasar (ISD) ‎merupakan ilmu yang sangat penting yang banyak membahas tentang hubungan ‎manusia dengan alam(IAD), Produk/karya (cipta, rasa, karsa) manusia – ekspresi ‎manusia (IBD), hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan ‎lingkungannya (ISD). 



‎Oleh karna itu Ilmu Alam Dasar (IAD), Ilmu Budaya Dasar (IBD), dan Ilmu Sosial Dasar (ISD) dianggap sangat perlu sekali dipelajari. Karena dengan penguasaan dari ilmu-ilmu tersebut diharapkan Mahasiswa mempunyai sikap kritis terhadap gejala-gejala essensial alam, dan mempunyai sifat yang kritis terhadap dinamika-dinamika sosial dan budaya. Dalam kesempatan makalah kami ingin mengupas tentang pengertian IAD, ISD, dan IBD,Ruang lingkup materi IAD, ISD dan IBD.
B.  RUMUSAN MASALAH
  1. Apakah pengertian dari IAD, ISD, dan IBD ?
  2. Bagaimanakah ruang lingkup materi IAD, ISD, dan IBD ?


C.  TUJUAN PENULISAN
  1.  Untuk mengetahui pengertian dari IAD, ISD, dan IBD.
  2.  Untuk mengetahui ruang lingkup dari IAD, ISD, dan IBD.




BAB  II
PEMBAHASAN

1.         Pengertian IAD, ISD, dan IBD

1.1     Pengertian IAD


Ilmu Alamiah Dasar merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Didalam Ilmu Alamiah Dasar dipelajari tentang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Ø  Pengertian IPA
H.W Fowler mengatakan bahwa IPA adalah ilmu yang sistematis dan dirumuskan,yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi.Sedangkan Nokes dalam bukunya “ Science in Educaton” menyatakan bahwa IPA adalah pengetahuan Teoris yang diperoleh dengan metode khusus.1
Kedua pendapat diatas memiliki persamaan yang tidak jauh.
Memang benar bahwa IPA merupakan suatu ilmu teoritis tetapi teori tersebut didasarkan pada metode ilmiah yang meliputi :
Penemuan Masalah, Penyusunan kerangka masalah, Hipotesis, Eksperimen dan Teori.
Berikut penjabaran singkat tentang metode ilmiah tersebut :
1.   Penemuan Masalah
Adanya suatu masalah yang kita temukan secara empiris membuat kita mulai

                                                                                                
1.Drs.Abu ahmadi dan Ir.Supatmo,rineka cipta, Ilmu lamiah Dasar (Jakarta,Rineka cipta, 1991) Hlm 01


memikirkan secara radikal. Untuk menemukan bagaimana memecahkan
masalah tersebut dengan menetapkan ruang lingkup serta batasan yang  jelas dengan begitu akan dapat memudahkan kita mencari pemecahan atas permasalahan-permasalahan dalam merumuskan kerangka permasalahanya.

2.    Perumusan kerangka permasalahan
Dalam hal ini bertujuan untuk memberikan (mendeskripsikan) masalah menjadi hal yang lebih jelas dari sebelumnya. Adapun penekanan penting pada langkah kedua ini kita akan mengidentifikasikan faktor-faktor yang terlibat dalam masalah tersebut sehingga akan terwujud (Nampak) gejala-gelaja yang sedang kita tela’ah.

3.      Hipotesis
              Usaha ini memberikan penjelasan (jawaban) sementara yang mengenai hubungan sebab akibat mengikat faktor-faktor pembentuk kerangka masalah diatas. Dan pada hakikatnya hipotesis ini merupakan hasil sebuah penalaran induktif – deduktif dengan menggunakan pengetahuan lampau yang kita akui kebenarannya.

4.      Eksperimen (Pengujian Hipotesis)
              Pada bagian ini usaha untuk mengumpulkan fakta-fakta telah didapat. Jika Fakta-fakta dalam dunia empiris maka telah teruji kebenaran dari hipotesis tersebut, karena hal tersebut didasarkan pada fakta-fakta nyata. Dan bila tidak terbukti, maka ipotesis akan ditolak sehingga akan dikemukakan hipotesis lain sampai kita menemukan hipotesis tertentu yang didukung oleh fakta-fakta. Karena dalam proses pembuktian hipotesis itu tidaklah sangat mudah dan cepat.


5.      Teori
              Berbagai langkah  metode ilmiah telah dilakukan guna menemukan sebuah teori. Secara luas teori ini dapat diartikan sebagai suatu penjelasan teoritas mengenai suatu gejala tertentu. Pengetahuan ini dapat digunakan untuk penelaah permasahan tertentu selanjutnya yaitu dapat dipakai sebagai premis dalam usaha kita untuk menjelaskan berbagai gejala lain.
          Dalam hal ini dapat kita lihat dalam peta konsep sebagai berikut.1




1.2.         Pengertian ISD
Ilmu Sosial Dasar ( ISD ) adalah ilmu-ilmu sosial dipergunakan dalam pendekatan, sekaligus sebagai sarana jalan keluar untuk mencari pemecahan masalah-masalah sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.2

ISD merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan, sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.

Sebagai salah satu mata kuliah umum, ISD bertujuan membantu kepekaan pemikiran yang lebih luas, dan ciri-cri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan terpelajar Indonesia, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia-manusia lainnya, serta sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan.

Ilmu Sosial Dasar ( ISD ) adalah ilmu pengetahuan yang menela’ah masalah sosial yang timbul dan berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial. pengetahuan yg menelaah masalah-masalah sosial,



                                                                                                 
2.Drs.abu ahmadi, Ilmu social dasar,(Jakarta,Rineka Cipta, 1991) Hlm 01

Khususnya masalah - masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan teori – teori yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu – ilmu sosial seperti (Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi, Sosial, dan Sejarah).3

Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kedua-duanya mempunyai persamaan dan perbedaan.
Adapun persamaan antara keduanya adalah :
  • Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.
  • Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
  • Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.
Adapun perbedaan antara keduanya adalah :
  • Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
  • Ilmu Sosial Dasar merupakan satu matakuliah tunggal, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
  • Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual.

           
                                                                                               
3http://wisnuardiansyah.wordpress.com








1.3  Pengertian IBD



Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah ilmu yang mempelajari budaya atau akal budi yang mendasar dari manusia dan sangat Humaniter, Empiris, belum mencakup sebagian besar aplikasi kehidupan secara spesifik dan mendalam seperti seni, sistem ekonomi ataupun filsafat lain yang sifatnya komplementer. Sangat berdekatan dengan hasil pemikiran seperti cipta rasa karsa. Ilmu budaya dasar memiliki kecendrungan dengan basic humanities. Humanities berasal dari kata latin humanus yang artinya manusiawi, berbudaya, dan halus. Atau bisa juga digunakan untuk meminimalisir tindakan-tindakan manusia yang juga memiliki kecendrungan berlawanan dengan sifat-sifat kemanusiaan seperti konflik.4



Materi ilmu budaya dasar yang mudah merangsang perasaan atau emosi dan pikiran seseorang sering tanpa disadari menyeret peserta proses belajar-mengajar terbawa arus. Adapun tujuan ilmu budaya dasar adalah mangembangkan kepribadiaan, kepekaan, dan wawasan pemikiran yang berkenaan dengan kebudayaan agar daya tangkap, presepsi, dan penalaran mangenai lingkungan budaya mahasiswa agar dapat lebih manusiawi atau halus. Tujuan ilmu budaya dasar tersebut diharapkan dapat mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa tehadap lingkungan budaya sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru terutama untuk kepentingan profesi mereka, Memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut, Mengusahakan agar para mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan pengotakan disiplin yang ketat.





                                                                                   

4.M. Habib Musthopo, ilmu budaya dasar, (Surabaya:  usaha nasional, 1983), Hlm 17



Usaha ini harus dilakukan karena ruang lingkup pendidikan nasional di Indonesia sangat sempit dan berpotensi membuat manusia spesialis yang berfikir terbatas hanya pada bidangnya saja. Juga berusaha memperluas kemampuan mahasiswa untuk menanggapi masalah dan nilai-nilai dalam lingkungan masyarakat umum secara luas, Menjembatani para akademisi kita agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancar dalam bekomunikasi. Jika komunikasi ini baik selanjutnya pelaksanaan pembangunan akan lancar dalam banyak bidang keahlian tanpa menyepelekan spesialisasi. Spesialisasi membuat pikiran seorang sarjana menjadi sempit. Masyarakat yang menjalani modernisasi harus menyingkirkan sarjana yang demikian karena modernisasi membutuhkan pandangan luas.


            Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.




2.     RUANG LINGKUP IAD, ISD, IBD


2.1       Ruang lingkup dari IAD adalah:

1)      Konsep-konsep dasar tentang Ilmu Pengetahuan Alam     

        Konsep-konsep dasar tetang IPA meliputi

·         Fisika

·         Biologi

·         Kimia

2)      IPA dan Perkembangan Teknologi.

  Setelah teknologi menempuh pertentangan amat pesat masa lalu hingga menyilaukan mata manusia, kini benar-benar orang mulai mempersoalkan akibat-akibat yang dibawa teknologi pada peradaban.manusia secara keseluruhan. Pada hakikatnya, hal tersebut tidak lain daripada menempatkan teknologi dalam fungsi sosial yang wajar. Apabila hal ini bisa dilakukan, teknologi dapat memberikan harapan yang cerah, oleh karena itu teknologi harus dapat merintis jalan ke arah pengadaan pangan, sandang dan penyediaan pemukiman manusia tanpa merusak tatanan masyarakat.



A.       Usaha pengadaan pangan

IPA dan teknologi telah demikian maju sehingga merupakan bagian dari hidup kita, termasuk dalam usaha pengadaan pangan dalam kaitannya maka sumbangan IPA dan teknologi dapat dibagi menjadi dua yaitu :

1. Mengembangkan tanah-tanah produktif
2. Penyediaan pangan baru


B.       Sereal berprotein tinggi

Menurut John Axtell dan Rameshwar Singh dari Universitas Purdue pada tahun 1973 telah mengemumkan penemuan dua jenis sorgum berlisin tinggi. Setelah memeriksa 9.000 jenis sorgum dari seluruh dunia, para peneliti menemukan dua keturunan yang tak begitu dikenal dari ethopia (ethiopia adalah tanah leluhur sorgum) yang mengandung protein sepertiga lebih banyak dan lisin dua kali lebih banyak daripada jenis sorgum yang biasa ditanam orang.


C.   Membuat pangan baru

Berkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang sudah ada produk yang dijual di pasaran bebas yaitu sejenis minuman yang dipelopori pembuatannya oleh vitasoy yang dibuat di Hongking sejak 30 tahun yang lalu.

D.    Protein sel tunggal

Dewasa ini kemungkinan yang paling banyak dibicarakan untuk menambah persediaan pangan penyangkut penggunaan organisme mikro sel tunggal, terutama jenis ragi tertentu untuk mengubah turunan minyak bumi atau sampah organik menjadi bentuk-bentuk protein yang dapat dimakan.


E.    Pembuatan produk daging tiruan

Cara lain untuk mengganti protein hewani dengan protein nabati adalah dengan produk peternakan imitasi, yang sesungguhnya berasal dari tumbuh-tumbuhan. Perkembangan teknik untuk memintal protein soya menjadi serabut yang prosesnya hampir sama dengan pemintalan benang tekstik sintetis.          

F.    Penyediaan papan (pemukiman) tanpa merusak lingkungan

Berkat kemajuan IPA dan teknologi eksplorasi daratan untuk pemukiman sudah sangat lazim. Dibidang pemukiman telah dikembangkan teknik-teknik pemukiman untuk menggunakan tempat seefisien mungkin. Untuk kepentingan tersebut dikembangkan sistem rumah susun sampai dengan rumah-rumah berkontruksi tahan gempa dan sebagainya.

3)      Dampak perkembangan IPA dan Teknologi.

Dampak IPA dan teknologi terhadap kehidupan manusia seperti banyaknya penemuan seperti penemuan energi cahaya, pengobatan dengan alat canggih sehingga dapat mempermudah dan bermanfaat banyak bagi kehidupan manusia



2.2      Ruang lingkup dari ISD adalah:

1)    Adanya berbagai aspek pada kenyataan bersama yang merupakan suatu masalah sosial.

2)         Adanya beraneka ragam golongan dan  kesatuan sosial dalam masyarakat yang mempunyai kepentingan dan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku tersendiri dan juga banyaknya persamaan kepentingan dan kebutuhan serta persamaan yang menyebabkan pertentangan maupun hubungan-hubungan setia kawan dan kerjasama.



2.3       Ruang lingkup dari IBD adalah:

1)    Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya, baik dari segi keahlian (disiplin) masing-masing maupun antar bidang disiplin.

2)    Hakekat manusia yang universal (satu) tetapi beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat dalam melihat dan menanggapi lingkungan alam, sosial, dan budaya dengan adanya kesamaan dan perbedaan yang diekspresikan dalam bentuk dan corak ungkapan pikiran, perasaan, dan tingkah laku serta hasil kelakuannya.5

Pokok - pokok bahasan dalam Ilmu Pengetahuan Budaya Dasar meliputi :
1.Manusia dan Cinta kasih
2.Manusia dan Keindahan
3.Manusia dan Penderitaan
4.Manusia dan Keadilan
5.Manusia dan Pandangan hidup
6.Manusia dan Tanggung jawab serta pengabdian
7.Manusia dan Kegelisahan
8.Manusia dan Harapan





                                                                       
5Drs. H. Ahmad Musthofa, ilmu budaya dasar,(Bandung: CV. pustaka setia, 1999),Hlm 23 



BAB III

PENUTUP

1.     KESIMPULAN

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa IAD adalah kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Sedangkan ISD adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial, dan IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.



2.     SARAN

Dengan adanya makalah ini, diharapkan pada mahasiswa agar lebih muda memahami secara mendalam tentang hal-hal yang berkaitan dengan materi yang dikaji kedalam IAD, ISD, dan IBD.



Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kekhilafan oleh karena itu, kepada para pembaca dan para pakar utama penulis mengharapkan saran dan kritik ataupun tegur sapa yang sifatnya membangun akan diterima dengan senang hati demi kesempurnaan makalah selanjutnya.

    Kepada semua pihak khususnya kepada Dosen Pembimbing yang telah memberikan saran dan kritik konstruktif demi kesempurnaan makalah ini. Kami ucapkan terima kasih.




DAFTAR PUSTAKA



Drs. Abu Ahmadi dan Ir. Supatmo, (1991) Ilmu Alamiah Dasar, Rineka Cipta: Jakarta

Drs. Abu Ahmadi, (1991) Ilmu social dasar, Rineka Cipta: Jakarta

M. Habib Musthopo, (1983)  ilmu budaya dasar, Usaha Nasional: Surabaya

Drs. H. Ahmad Musthofa, (1999) ilmu budaya dasar,  CV. Pustaka Setia: Bandung



http://wisnuardiansyah.wordpress.com

http://massofa.wordpress.com 

2 komentar: